Napoli kalah 1-0 dari Arsenal di kandang sendiri pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, mengakhiri perjalanan mereka di turnamen. Setelah menang 2-0 di leg pertama, Arsenal kembali meraih kemenangan di Napoli untuk unggul agregat 3-0 dan lolos ke perempat final. Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadio Diego Armando Maradona, satu-satunya gol dicetak oleh Martin Odegaard di menit ke-33. Dengan hasil ini, Arsenal menunjukkan performa solid dengan meraih kemenangan di kedua laga babak 16 besar.
Ringkasan Pertandingan
Arsenal memulai pertandingan dengan cepat dan berhasil meningkatkan penguasaan bola menjadi 58% di babak pertama. Pada menit ke-15, umpan silang Bukayo Saka dari sisi kanan diarahkan ke Kai Havertz, namun sundulannya melenceng tipis. Sementara itu, Napoli memilih bermain lebih terukur di babak pertama. Pada menit ke-25, tendangan jarak jauh Khvicha Kvaratskhelia mengarah ke gawang, tetapi David Raya berhasil menggagalkan peluang tersebut. Pada menit ke-33, gol Arsenal tercipta: Odegaard melepaskan tendangan akurat dari luar kotak penalti, mengirim bola ke sudut jauh gawang dan mengubah skor menjadi 1-0. Gol ini memberikan keuntungan besar bagi Arsenal untuk melaju ke babak berikutnya.
Babak Kedua dan Momen Kunci
Pada babak kedua, Napoli mengambil risiko lebih besar dan berusaha mengambil alih kendali permainan. Di menit ke-58, sundulan Victor Osimhen dari umpan Giovanni Di Lorenzo membentur mistar gawang. Momen ini merupakan peluang terbaik Napoli. Pada menit ke-67, Osimhen terjatuh di dalam kotak penalti dan sempat menimbulkan ekspektasi penalti, namun setelah tinjauan VAR, wasit memutuskan tidak memberikan hadiah penalti. Arsenal hampir mencetak gol kedua melalui Saka di menit ke-78, tetapi kiper Napoli, Alex Meret, berhasil membelokkan tendangan ke sudut gawang menjadi tendangan sudut. Tekanan Napoli di menit-menit akhir pertandingan tidak membuahkan hasil, dan Arsenal berhasil lolos ke babak berikutnya dengan skor 1-0.
Statistik dan Performa
Arsenal mencatatkan 5 tendangan tepat sasaran sepanjang pertandingan, sementara Napoli hanya memiliki 3 tendangan tepat sasaran. Penguasaan bola Arsenal mencapai 58%, sedangkan Napoli berada di angka 42%. Nilai xG (Expected Goals) Arsenal dihitung sebesar 1.8, dibandingkan 1.1 untuk Napoli. Data ini menunjukkan bahwa Arsenal menampilkan permainan yang lebih efektif. Odegaard menjadi sorotan utama pertandingan, tidak hanya karena golnya, tetapi juga karena ia menciptakan dua peluang gol. Di sisi Napoli, Osimhen melepaskan 4 tendangan namun tidak satu pun yang tepat sasaran. Dengan kemenangan ini, Arsenal meninggalkan kesan kuat di perempat final.






